Timor.id – Maarten Paes, kiper andalan Timnas Indonesia yang kini memperkuat Ajax Amsterdam, kembali menegaskan kelasnya pada laga pekan ke-31 Eredivisie. Dalam pertandingan melawan NAC Breda di Stadion Rat Verlegh, Paes mengantarkan Ajax meraih kemenangan tipis 2-0. Dengan tiga penyelamatan krusial dan tanpa kebobolan, ia menambah catatan clean sheet menjadi empat dalam delapan penampilan musim ini.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga mengangkat Ajax ke posisi keempat klasemen sementara dengan total 54 poin. Posisi tersebut menyamakan poin dengan FC Twente di peringkat kelima dan menempatkan Ajax dalam jarak satu poin dari NEC Nijmegen di peringkat ketiga. Dengan tiga pertandingan tersisa, harapan klub untuk melaju ke posisi teratas dan mengamankan tiket Liga Champions semakin menguat.
Performa Paes pada laga ini sangat menonjol. Pada menit ke-20, Oscar Gloukh membuka skor untuk Ajax melalui tendangan kaki kanan yang presisi. Tak lama kemudian, pada menit ke-41, Mika Godts menambah keunggulan dengan aksi individu yang memukau. Selama 90 menit penuh, Paes melakukan tiga penyelamatan penting, termasuk satu refleks pada peluang serangan balik NAC Breda yang hampir mengubah alur pertandingan.
Baca Juga:
Catatan clean sheet Paes selama musim ini dapat dilihat dalam tabel berikut:
- Pertandingan melawan PEC Zwolle (0-0) – Clean sheet pertama.
- Kemenangan melawan Sparta Rotterdam (4-0) – Clean sheet kedua.
- Kemenangan melawan Heracles Almelo (3-0) – Clean sheet ketiga.
- Kemenangan melawan NAC Breda (2-0) – Clean sheet keempat.
Sebelum penampilan gemilang ini, Paes sempat menjadi sorotan kritis dari pengamat sepak bola asal Denmark, Kenneth Perez. Perez menilai bahwa Paes memiliki kelemahan dalam distribusi bola di depan gawang, menyebutnya “sering mengirimkan umpan lemah”. Kritik tersebut sempat menimbulkan perdebatan hangat di media sosial, terutama mengingat Paes baru saja bergabung dengan Ajax pada Februari 2026 dari FC Dallas.
Namun, penampilan konsisten Paes di Eredivisie berhasil meredam kritik tersebut. Ratingnya mencapai 8,1 menurut Fotmob, mencerminkan kepercayaan diri yang terus tumbuh. Pada konferensi pers pasca pertandingan, Paes mengungkapkan rasa syukurnya: “Bermain tanpa kebobolan memberi rasa lega yang luar biasa, dan saya bertekad menjaga performa ini hingga akhir musim.”
Keberhasilan Paes juga berimplikasi pada ambisi timnas. Sebagai penjaga gawang utama Timnas Indonesia, catatan clean sheet di level klub memperkuat posisinya sebagai pilihan utama untuk laga internasional mendatang, termasuk kualifikasi Piala Dunia dan kompetisi regional. Pelatih timnas, John Herdman, menyatakan bahwa performa Paes di Eredivisie menjadi contoh bagi pemain Indonesia lain yang berkarier di luar negeri.
Ke depan, Ajax akan menghadapi tiga laga krusial melawan PSV Eindhoven, FC Utrecht, dan Heerenveen. Jika ketiga pertandingan tersebut berhasil dimenangkan, Ajax berpotensi mengumpulkan 63 poin, nilai yang cukup untuk menyalip Feyenoord dan NEC Nijmegen. Sementara itu, Paes diprediksi akan tetap menjadi starter utama, mengingat keandalannya dalam menjaga gawang tetap rapat.
Secara keseluruhan, perjalanan Maarten Paes di Ajax menggambarkan transformasi seorang pemain yang dulunya mendapat kritik tajam menjadi sosok kunci yang mampu mengangkat klubnya ke posisi empat Eredivisie. Dengan empat clean sheet, dua kemenangan beruntun, dan rasa percaya diri yang terus meningkat, Paes kini menjadi simbol kebangkitan kiper Indonesia di kancah sepak bola Eropa.




