Godzilla El Nino: Ancaman Ekstrem yang Siap Mengguncang Indonesia

Author Image

Terbit

28 April 2026, 14:54 WIB

Godzilla El Nino: Ancaman Ekstrem yang Siap Mengguncang Indonesia
Godzilla El Nino: Ancaman Ekstrem yang Siap Mengguncang Indonesia

Timor.id – Fenomena El Nino kembali menjadi sorotan nasional setelah muncul istilah “Godzilla” yang menandakan intensitas ekstrem. El Nino Godzilla diproyeksikan memiliki kekuatan setara demam 40 derajat Celsius, jauh melampaui El Nino biasa yang biasanya berada di kisaran 38 derajat. Kondisi ini dapat memicu kemarau panjang, suhu udara meningkat drastis, serta menurunkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Menurut pakar Manajemen Bencana Universitas Airlangga, Dr. Hijrah Saputra, El Nino terjadi karena melemahnya angin pasat yang biasanya mendorong air laut hangat dari wilayah Indonesia‑Pasifik ke timur. Ketika angin melemah, massa air hangat berpindah ke tengah dan timur Samudra Pasifik, meningkatkan suhu permukaan laut hingga anomali 1,5‑2,5 °C di atas normal. Dampaknya, pusat pembentukan awan hujan bergeser, menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia dan memperpanjang musim kemarau.

BMKG telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi El Nino yang dapat mencapai skala “Godzilla”. Di Jakarta, suhu terasa lebih panas dari biasanya, terutama di kawasan utara yang minim tutupan hijau. Warga melaporkan kesulitan beraktivitas di luar ruangan, peningkatan konsumsi minuman dingin, serta kekhawatiran akan krisis air bersih dan produksi pertanian di daerah penyangga ibu kota.

Politisi juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi. Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, menekankan bahwa kesiapan harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi. Ia menyoroti pengalaman Sumatera Utara yang sering mengalami banjir, menekankan perlunya pengawasan izin lahan dan hutan serta pemetaan daerah rawan bencana secara presisi.

Berikut empat langkah mitigasi utama yang disarankan oleh Dr. Hijrah Saputra:

  1. Optimalisasi cadangan air dengan mengisi dan memelihara bendungan serta sumur resapan.
  2. Modifikasi cuaca di wilayah rawan kekeringan melalui teknologi cloud seeding yang telah diuji secara internasional.
  3. Percepatan masa tanam varietas tahan kekeringan serta praktik pertanian konservasi tanah.
  4. Diversifikasi pangan dengan memperkuat rantai pasok makanan lokal dan stok pangan strategis.

Selain mitigasi, pemerintah dan lembaga terkait diharapkan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Pendidikan tentang pentingnya penghematan air, penanaman pohon di area perkotaan, serta penyesuaian jadwal kerja di sektor yang sangat terpapar panas dapat mengurangi risiko kesehatan.

El Nino Godzilla juga berpotensi meningkatkan kebakaran hutan karena kondisi kering yang parah. Risiko kebakaran ini dapat memperburuk kualitas udara, meningkatkan emisi karbon dioksida, dan memicu gangguan kesehatan pernapasan pada penduduk.

Berbagai indikator ilmiah digunakan untuk mengukur kekuatan El Nino. Oceanic Nino Index (ONI) mencatat nilai di atas +0,5 °C sebagai indikasi El Nino, dengan kategori lemah (0,5‑0,9), sedang (1‑1,4), kuat (1,5‑1,9), dan sangat kuat (≥2). Prediksi NOAA menyebutkan peluang munculnya El Nino pada periode Juni‑Agustus 2026 mencapai 62 %, sejalan dengan prediksi BRIN yang menegaskan potensi fenomena ekstrem.

Dengan semua faktor tersebut, kesiapan lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat harus berkolaborasi untuk mengurangi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh Godzilla El Nino. Upaya preventif lebih murah dan efektif dibandingkan penanganan pascabangkit, sehingga investasi pada mitigasi kini menjadi prioritas nasional.

Related Post

Terbaru