Timor.id – Di Emirates Stadium, Arsenal Women menorehkan kemenangan telak 7-0 melawan Leicester City Women pada laga pekan ke-29 Women’s Super League (WSL). Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga memperkecil jarak poin dengan pemuncak klasemen, Manchester City, serta menegaskan posisi Leicester di zona relegasi play‑off.
Gol pertama tercipta pada menit ke‑25 melalui tendangan cantik Frida Maanum, yang sekaligus membuka peluang serangan Arsenal. Tak lama kemudian, Smilla Holmberg menambah keunggulan Gunners pada menit ke‑27, lalu kembali menambah satu lagi di menit ke‑48. Stina Blackstenius memperlihatkan kecepatan dan ketepatan di depan gawang Leicester dengan dua gol pada menit ke‑41 dan menit tambahan pertama babak pertama (45+5). Mariona Caldentey menambah satu gol pada menit ke‑55, dan pada menit ke‑63, Leah Williamson mencetak gol terakhir yang menutup skor akhir 7-0.
Berikut rangkaian pencetak gol Arsenal dalam pertandingan tersebut:
Baca Juga:
- Frida Maanum (25′)
- Smilla Holmberg (27′, 48′)
- Stina Blackstenius (41′, 45+5′)
- Mariona Caldentey (55′)
- Leah Williamson (63′)
Keberhasilan ini memberi Arsenal peningkatan signifikan pada selisih gol, yang kini berada enam gol di belakang Manchester City. Dengan tiga pertandingan yang masih belum dimainkan, Gunners memiliki peluang untuk menutup kesenjangan tersebut, terutama setelah City terpuruk 3-2 dari Brighton pada akhir pekan lalu.
Pelatih Arsenal, Renee Slegers, menanggapi kemenangan tersebut dengan antusias. “Kami sangat senang, kami memang ingin menang hari ini dan kami berhasil. Yang paling memuaskan adalah melihat tim bermain dengan cara Arsenal, tidak peduli siapa yang berada di lapangan. Semua pemain berkontribusi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Slegers menambahkan bahwa rotasi pemain menjadi kunci, mengingat tim juga bersiap menghadapi semi final Liga Champions melawan Lyon pada akhir pekan ini.
Sementara itu, manajer Leicester City, Rick Passmore, mengakui kekecewaan timnya. “Kami baru saja mengalami kekecewaan, namun kami harus fokus pada play‑off. Kami harus bersatu, baik di dalam maupun di luar lapangan, untuk memberi yang terbaik pada pertandingan penting itu,” kata Passmore. Ia menyoroti bahwa penampilan kiper cadangan Katie Keane pada debut WSL menjadi sorotan positif di tengah kesulitan.
Penonton yang hadir sebanyak 18.130 orang menyaksikan aksi yang penuh semangat. Arsenal tidak hanya menampilkan serangan tajam, tetapi juga pertahanan yang solid, mencatat clean sheet pertama mereka dalam tiga pertandingan terakhir. Statistik tim menunjukkan Arsenal telah mencetak 17 gol dan kebobolan hanya dua dalam tiga laga terakhir, menegaskan peningkatan performa mereka di bawah kepemimpinan Slegers.
Kemenangan ini juga mempertegas posisi Leicester yang kini berada di dasar klasemen WSL. Dengan hasil ini, mereka harus bersaing di babak play‑off melawan tim ketiga dari WSL2 untuk mempertahankan status mereka di divisi tertinggi. “Kami tahu tantangannya berat, namun kami harus bangkit dan menunjukkan karakter kami,” ujar Passmore lagi.
Secara keseluruhan, Arsenal 7-0 Leicester tidak hanya menambah poin, tetapi juga memperkuat moral tim menjelang fase akhir musim. Jika Gunners dapat memanfaatkan tiga pertandingan yang masih tersisa, mereka berpotensi menutup jarak dengan Manchester City dan mengincar gelar pertama mereka dalam satu dekade.




