Henry Doumbia Angkat Bicara soal Tuduhan Rasisme Marc Klok: Klarifikasi Resmi dan Proses Selanjutnya

Author Image

Terbit

6 Mei 2026, 15:55 WIB

Henry Doumbia Angkat Bicara soal Tuduhan Rasisme Marc Klok: Klarifikasi Resmi dan Proses Selanjutnya
Henry Doumbia Angkat Bicara soal Tuduhan Rasisme Marc Klok: Klarifikasi Resmi dan Proses Selanjutnya

Timor.id – Striker asal Pantai Gading, Henry Doumbia, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan perlakuan rasis yang ia terima dari kapten Persib Bandung, Marc Klok, dalam laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada 30 April 2026.

Menurut keterangan yang dipublikasikan melalui akun Instagram pribadi Doumbia pada Selasa, 5 Mei 2026, ia menyatakan bahwa selama pertandingan ia mendengar komentar yang dianggap tidak pantas dari Marc Klok. Doumbia menegaskan bahwa ia melaporkan kejadian tersebut dengan itikad baik sebagai bagian dari tanggung jawab profesionalnya.

“Selama pertandingan, saya mendengar sebuah komentar yang saya anggap tidak pantas. Saya melaporkannya dengan itikad baik, sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemain profesional,” tulis Doumbia. Ia menambahkan bahwa ia yakin dengan apa yang didengar dan tidak akan mengangkat isu serius tanpa alasan yang jelas.

Doumbia juga menyampaikan bahwa ia telah menempuh jalur prosedural yang berlaku dalam sepak bola Indonesia. Laporan tersebut diserahkan kepada pihak berwenang, termasuk Wahyu Subo Seto, yang selanjutnya meminta klarifikasi langsung kepada Marc Klok.

Berbeda pendapat muncul ketika Marc Klok memberikan klarifikasi pada hari yang sama. Kapten Persib menegaskan bahwa perkataannya adalah “Give me the ball back” yang ditujukan untuk meminta bola kembali, bukan kata “black” yang diduga menyinggung ras. Klok menyatakan bahwa setelah insiden, Doumbia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

Berbagai media melaporkan bahwa pernyataan Doumbia mencerminkan pengalaman pertama dalam kariernya yang telah melintasi beberapa negara, termasuk Thailand, Uni Emirat Arab, Libya, dan Malaysia. Ia menegaskan bahwa selama berkarier, ia selalu menjunjung tinggi nilai sportivitas, rasa hormat, dan integritas.

  • 30 April 2026 – Laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung berakhir 4-2 untuk Persib. Insiden percakapan antara Doumbia dan Klok terjadi di lapangan.
  • 2 Mei 2026 – Bhayangkara FC mengeluarkan pernyataan resmi klub mengenai dugaan perlakuan rasis.
  • 5 Mei 2026 – Henry Doumbia mempublikasikan klarifikasi pribadi di Instagram.
  • 5 Mei 2026 – Marc Klok membantah tuduhan rasisme melalui akun media sosialnya.

Doumbia mengakui adanya perbedaan versi, namun menekankan bahwa ia menghormati pandangan semua pihak. Ia menutup pernyataannya dengan menyerahkan proses penyelesaian kepada otoritas terkait, termasuk PSSI dan Komite Disiplin, serta menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut secara publik.

Klub Bhayangkara FC memberikan dukungan penuh kepada Doumbia, menilai bahwa pemainnya telah bertindak sesuai prosedur. Sementara Persib Bandung secara resmi mendukung Marc Klok, menyatakan bahwa tuduhan rasisme belum terbukti secara faktual.

Kasus ini menambah ketegangan dalam kompetisi BRI Super League yang sudah dipenuhi persaingan sengit. Namun, kedua klub menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghindari konflik yang dapat merusak citra sepak bola Indonesia.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa penyelesaian yang transparan dan berdasarkan bukti akan menjadi contoh penting bagi penanganan isu sensitif serupa di masa mendatang. Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung, dan hasilnya diharapkan dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

Related Post

Terbaru