Timor.id, 25 Mei 2026 – Hasil Akhir Serie A: Como yang Dimiliki Grup Djarum Lolos ke Liga Champions, Milan Out dari 4 Besar menjadi sorotan utama pada pekan penutup kompetisi Serie A 2025-2026. Kemenangan 4-1 atas Cremonese pada Minggu (24/5/2026) mengantarkan Como 1907 ke posisi keempat dengan 71 poin, sekaligus memastikan debut pertama klub dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa. Sementara itu, AC Milan harus menelan kekalahan 1-2 dari Cagliari dan berakhir di posisi keenam, mengharuskan mereka berkompetisi di Europa League musim depan.
Sejarah Singkat dan Transformasi Como
Como 1907 pernah berada di kasta ketiga sepak bola Italia pada tahun 2019. Akuisisi oleh Grup Djarum, dipimpin oleh Mirwan Suwarso, membuka babak baru bagi klub. Dalam kurun waktu hanya tujuh tahun, Como beralih dari Serie C menjadi salah satu tim yang berhak melaju ke Liga Champions. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan manajemen yang visioner, tetapi juga strategi pelatih Cesc Fàbregas yang berhasil menata skuad dengan taktik menyerang yang konsisten.
Perjalanan Milan di Musim Ini
AC Milan memasuki fase akhir musim dengan harapan kuat untuk kembali ke empat besar. Namun, performa buruk yang berlarut selama 10 pertandingan terakhir (hanya 10 poin) menggerogoti peluang mereka. Kekalahan melawan Cagliari di San Siro menutup peluang masuk empat besar, menjadikan Hasil Akhir Serie A: Como yang Dimiliki Grup Djarum Lolos ke Liga Champions, Milan Out dari 4 Besar sebuah kenyataan pahit bagi tifosi Milan. Meskipun memiliki skuad berkelas, masalah konsistensi dan cedera pemain kunci menjadi faktor utama kegagalan.
Baca Juga:
Implikasi Finansial dan Komersial
Masuk ke Liga Champions membawa dampak finansial signifikan bagi Como. Pendapatan dari hak siar televisi, sponsor, serta penjualan tiket diproyeksikan meningkat dua digit. Grup Djarum, yang melihat investasi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas eksposur merek di pasar Eropa, kini dapat menikmati return on investment yang lebih cepat.
Di sisi lain, Milan harus menyesuaikan anggaran untuk kompetisi Europa League yang memberikan pendapatan lebih rendah. Hal ini dapat memaksa klub untuk meninjau kembali rencana transfer dan mengoptimalkan kebijakan gaji pemain.
Reaksi Penggemar dan Pihak Terkait
Fans Como bersorak-sorai di media sosial, menandai momen historis sebagai “mimpi yang menjadi nyata”. Sebaliknya, suporter Milan mengekspresikan kekecewaan, menuntut perubahan manajerial dan kebijakan transfer yang lebih agresif. Selain itu, AS Roma, yang menempati posisi ketiga dengan 73 poin, juga memastikan tiket Liga Champions, menambah kompetisi ketat di puncak klasemen.
Perspektif Kedepan
Como akan mempersiapkan diri untuk fase grup Liga Champions, dengan harapan dapat menambah prestasi di panggung internasional. Tim akan mengandalkan pemain kunci seperti Rodriguez, Douvikas, dan Da Cunha yang menjadi pencetak gol utama pada akhir musim.
Untuk Milan, musim depan menjadi ajang pembuktian di Europa League. Klub diprediksi akan memperkuat lini serang dan memperbaiki stabilitas pertahanan untuk kembali bersaing di Serie A. Sementara itu, Antonio Conte menutup masa jabatannya di Napoli dengan kemenangan 1-0 atas Udinese, membuka peluang baginya untuk kembali ke panggung nasional sebagai calon pelatih tim Italia.
Dengan Hasil Akhir Serie A: Como yang Dimiliki Grup Djarum Lolos ke Liga Champions, Milan Out dari 4 Besar, kisah musim 2025-2026 menjadi contoh dramatisasi sepak bola Italia, di mana klub kecil dapat melesat ke puncak, sementara raksasa tradisional harus menata ulang strategi mereka.




