Timor.id – Universitas Diponegoro (UNDIP) telah menandatangani nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan literasi dan riset jaminan sosial ketenagakerjaan. Penandatanganan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan langkah yang sangat penting dan strategis untuk memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan dunia akademik.
Selain itu, UNDIP juga menjajaki kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengembangan riset, teknologi, dan inovasi penanggulangan bencana. Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, menyampaikan bahwa pengembangan robot kecoa hibrida untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban bencana merupakan salah satu contoh inovasi yang dapat mendukung penanggulangan bencana.
Baca Juga:
BNPB juga berencana untuk berkoordinasi dengan Basarnas untuk membahas peluang penggunaan teknologi robot kecoa hibrida dalam operasi Search and Rescue (SAR). Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan bahwa inovasi karya anak bangsa tersebut patut diapresiasi dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
Di sisi lain, lulusan IT UNDIP, Muhammad Rafli Akbar, telah lolos seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2025 dan berjuang untuk menjadi polisi siber. Rafli menyampaikan bahwa dia ingin menjadi abdi negara melalui institusi Polri untuk berantas judi online dengan kemampuan ITE yang dia miliki.
Dalam kesimpulan, UNDIP telah menunjukkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi jaminan sosial dan pengembangan teknologi penanggulangan bencana. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan sistem perlindungan sosial tenaga kerja di Indonesia.




