Timor.id – Sebuah kejanggalan dalam proses seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih telah menjadi viral di media sosial. Seorang peserta seleksi mengeluhkan bahwa jawaban yang telah disimpan tiba-tiba berubah saat disimpan, sehingga memicu kekhawatiran tentang transparansi dan akurasi sistem penilaian.
Peserta seleksi tersebut mengabadikan proses seleksi tes yang telah dia lakukan dan membagikannya di media sosial. Namun, kenyataan pahit yang dia rasakan adalah jawaban yang telah disimpan tiba-tiba berubah, sehingga membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap proses seleksi.
Menurut peserta seleksi, masalah utama yang muncul adalah ketidaksesuaian data jawaban yang tersimpan dan sistem dilaporkan mengubah pilihan jawaban peserta secara otomatis meski telah dilakukan pengecekan berulang kali. Hal ini membuat peserta seleksi merasa bahwa sistem seleksi tidak adil dan tidak transparan.
Baca Juga:
Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 resmi memasuki babak paling krusial, dengan ribuan pelamar yang lolos verifikasi berkas kini bersiap menghadapi rintangan utama, yakni Tes Potensi Kognitif berbasis Computer Assisted Test (CAT). Namun, dengan adanya kejanggalan dalam proses seleksi, para peserta masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara mengenai integritas sistem digital yang digunakan.
Kejanggalan ini juga telah menarik perhatian dari beberapa pihak, termasuk Jhon Sitorus yang menyentil program Prabowo dengan mengatakan bahwa seleksi Manajer Kopdes Merah Putih "aneh dan mencurigakan".
Dalam beberapa hari terakhir, banyak peserta seleksi yang mengeluhkan tentang sistem tes rekrutmen yang dianggap buruk. Seorang peserta seleksi lainnya, Tri, juga menceritakan kekecewaannya pada sistem tes yang dianggapnya buruk.
Untuk itu, para peserta seleksi masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara mengenai integritas sistem digital yang digunakan. Mereka juga berharap bahwa proses seleksi dapat dilakukan dengan adil dan transparan, sehingga dapat memilih calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih yang benar-benar kompeten.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa proses seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026 masih memiliki banyak kejanggalan yang perlu diperbaiki. Para peserta seleksi berharap bahwa pihak penyelenggara dapat memperbaiki sistem seleksi dan memastikan bahwa proses seleksi dapat dilakukan dengan adil dan transparan.




