Rekor 50% Menang Lawan Persija, Milomir Seslija Optimistis Persis Solo Curi Poin Akhir Musim

Author Image

Terbit

28 April 2026, 22:55 WIB

Rekor 50% Menang Lawan Persija, Milomir Seslija Optimistis Persis Solo Curi Poin Akhir Musim
Rekor 50% Menang Lawan Persija, Milomir Seslija Optimistis Persis Solo Curi Poin Akhir Musim

Timor.id – Persis Solo kembali menjadi sorotan usai penampilan menyesakkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, di mana tim asuhannya, Milomir Seslija, menanggung kekalahan 0-4 dari Persija Jakarta. Kekalahan itu menambah tekanan pada Laskar Sambernyawa yang kini berada di peringkat ke-15 klasemen dengan 27 poin, hanya selisih satu poin dari zona degradasi yang dihuni Madura United.

Meski hasil buruk, pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu menegaskan sikap optimis. Ia menolak menyebutkan tekanan sebagai hal yang menghambat performa, melainkan sebagai bagian alami dalam kompetisi. “Bagi saya, tekanan itu normal. Tanpa tekanan, hidup terasa terlalu mudah,” ujar Seslija dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan, timnya masih memiliki 12 poin potensial dari empat pertandingan tersisa, yang dapat mengubah nasib mereka di papan atas.

Statistik historis menunjukkan bahwa Persis Solo memiliki rekor 50% kemenangan ketika berhadapan dengan Persija, sebuah catatan yang sesungguhnya menumbuhkan harapan. Namun, dalam pertandingan terakhir, Persija berhasil menahan serangan Persis di babak pertama dan kemudian menguasai babak kedua berkat beberapa kesalahan defensif Laskar Sambernyawa.

Berikut jadwal empat laga terakhir Persis Solo yang menjadi kunci untuk mengamankan poin:

  • Pekan ke-31: Persis Solo vs Malut United (laga tandang)
  • Pekan ke-32: Persis Solo vs Persebaya Surabaya (laga kandang)
  • Pekan ke-33: Persis Solo vs Dewa United (laga kandang)
  • Pekan ke-34: Persis Solo vs Persita Tangerang (laga tandang)

Seslija menekankan pentingnya memanfaatkan dua pertandingan kandang melawan Persebaya dan Dewa United sebagai “kesempatan emas” untuk mengumpulkan poin penuh. Kedua tim tersebut berada di papan atas klasemen, sehingga kemenangan melawan mereka tidak hanya menambah poin, tetapi juga meningkatkan moral tim.

Dalam persiapan menuju laga berikutnya melawan Malut United, pelatih berusia 61 tahun tersebut menyoroti kebutuhan akan rotasi pemain dan pemulihan kebugaran karena jadwal pertandingan yang rapat. “Kami harus memastikan pemain dalam kondisi prima, karena hanya dengan kebugaran kami dapat menampilkan permainan yang lebih baik,” pungkasnya.

Selain fokus pada poin, Seslija juga mengungkapkan rasa herannya terhadap posisi Persija yang hanya berada di peringkat tiga meski memiliki anggaran besar. Menurutnya, klub dengan sumber daya sebesar itu seharusnya bersaing untuk gelar juara. “Jika Persija berakhir di posisi ketiga, itu akan sangat mengecewakan bagi suporter dan manajemen mereka,” katanya, menambahkan bahwa keberhasilan Persija dalam pertandingan melawan Persis tidak serta merta menjamin mereka akan menempati puncak klasemen.

Di sisi lain, pemain Persis juga mengakui pentingnya belajar dari kekalahan. Kadek Raditya, bek tim, menyatakan, “Kami tetap bersatu sebagai satu keluarga dan akan berjuang keras di empat laga terakhir untuk mengamankan tempat kami di Liga 1.”

Dengan sisa empat pertandingan, Persis Solo masih memiliki peluang besar untuk menghindari degradasi. Jika mereka mampu meraih minimal tiga kemenangan dan satu hasil imbang, total poin dapat naik hingga 38, menjauhkan jarak dengan zona merah. Optimisme pelatih, kombinasi strategi rotasi, dan semangat juang pemain menjadi faktor penentu dalam perjuangan akhir musim.

Persis Solo kini berada pada titik krusial. Tekanan tetap ada, namun Seslija menegaskan, “Kami tidak menyerah. Kami memiliki tekad besar untuk tetap berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.”

Related Post

Terbaru