Skandal Inter Milan Mengguncang Serie A: Kepala Wasit Diduga Curang, Beppe Marotta Angkat Suara

Author Image

Terbit

30 April 2026, 20:56 WIB

Timor.id – Viralitas kasus dugaan kecurangan dalam penunjukan wasit Serie A melanda Italia pada akhir April 2026. Nama yang paling menonjol dalam sorotan publik adalah Gianluca Rocchi, kepala asosiasi wasit Serie A dan Serie B, yang kini tengah diselidiki atas sejumlah keputusan kontroversial yang diduga menguntungkan Inter Milan selama musim kompetisi berlangsung.

Berita pertama muncul setelah Inter Milan bertemu dengan Bodo/Glimt dalam laga Liga Champions yang berakhir dengan hasil yang menimbulkan pertanyaan di kalangan analis. Keputusan wasit pada beberapa insiden penting, termasuk tidak diberikannya penalti kepada AS Roma saat Inter menahan serangan, memicu spekulasi bahwa ada unsur manipulasi dalam proses penunjukan atau penilaian performa wasit.

Presiden Inter, Giuseppe “Beppe” Marotta, mengeluarkan pernyataan resmi pada 28 April 2026 melalui konferensi pers yang disiarkan oleh Sky Sport Italia. Marotta menegaskan bahwa klub tidak memiliki preferensi atau hubungan khusus dengan wasit manapun, termasuk Gianluca Rocchi. Ia menambahkan, “Kami mengetahui semua ini dari media, dan tidak ada indikasi bahwa kami terlibat dalam praktik yang tidak etis. Kami hanya menunggu hasil penyelidikan resmi.”

Meski Marotta menolak semua tuduhan, ia tidak menutup mata atas beberapa keputusan yang secara objektif merugikan Inter selama musim lalu. Salah satu contoh paling mencolok adalah penalti yang tidak diberikan saat Inter menekan AS Roma di menit-menit akhir pertandingan Serie A. Marotta menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan yang diakui oleh ofisial pertandingan,” namun menegaskan bahwa klub tidak akan menggunakan insiden tersebut sebagai alasan untuk menuduh kecurangan.

Sementara itu, komentar dari pelatih Inter, Simone Inzaghi, menambah dimensi lain pada perdebatan. Inzaghi, yang sebelumnya pernah melontarkan kritik tajam terhadap sistem penunjukan wasit, kini mengakui bahwa Inter juga pernah dirugikan oleh keputusan yang tidak menguntungkan. “Kami sering menjadi korban keputusan yang tidak adil, dan kali ini bukan satu‑satunya contoh,” ujar Inzaghi dalam sebuah wawancara eksklusif.

Berbagai pihak independen, termasuk mantan wasit internasional dan analis taktik, mulai mengumpulkan data untuk menilai pola keputusan yang diambil oleh wasit-wasit yang ditunjuk dalam pertandingan Inter. Analisis awal menunjukkan bahwa dalam 12 pertandingan Inter di musim 2025/2026, terdapat tiga insiden utama yang menimbulkan kontroversi: dua keputusan tidak memberi penalti dan satu keputusan offside yang dipertanyakan.

  • Matchday 5 vs. Roma: Tidak ada penalti meski ada pelanggaran jelas di dalam area.
  • Matchday 9 vs. Juventus: Offside yang dipanggil pada pemain Inter yang pada realita berada di posisi legal.
  • Matchday 12 vs. Napoli: Wasit menolak memberikan kartu kuning kepada pemain Napoli yang melakukan tekel keras.

Pengamat sepak bola menilai bahwa meskipun pola tersebut tidak secara otomatis membuktikan adanya niat curang, hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dalam proses penunjukan wasit. Sebagai respons, Federasi Italia (FIGC) mengumumkan pembentukan tim investigasi internal yang akan menelusuri setiap keputusan wasit dalam pertandingan Serie A selama setengah musim terakhir.

Gianluca Rocchi sendiri belum memberikan komentar publik, namun melalui juru bicara, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas permainan. “Saya menolak semua tuduhan yang tidak berdasar dan siap bekerjasama dengan otoritas untuk membersihkan nama saya,” bunyi pernyataan tersebut.

Kasus ini juga memicu perdebatan lebih luas tentang mekanisme pengawasan wasit di liga top Eropa. Beberapa klub Italia, termasuk Juventus dan AC Milan, mengusulkan reformasi sistem penilaian dan penggunaan teknologi VAR yang lebih ketat untuk mengurangi ruang gerak subjektivitas wasit.

Di luar Italia, media internasional menyoroti bagaimana skandal ini dapat memengaruhi citra Serie A sebagai liga kompetitif. Jika tuduhan terbukti, dampaknya tidak hanya akan melukai reputasi individual seperti Rocchi, tetapi juga menurunkan kepercayaan sponsor, penonton, dan pemain asing yang mempertimbangkan pindah ke Italia.

Sejauh ini, proses hukum masih dalam tahap awal. FIGC menyatakan bahwa semua hasil penyelidikan akan dipublikasikan secara transparan, dan bila ada pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan pemecatan atau larangan bertugas bagi wasit yang terbukti melakukan kecurangan.

Kasus Skandal Inter Milan ini menjadi pengingat bahwa integritas dalam olahraga tidak boleh diabaikan. Pengawasan yang lebih ketat, transparansi proses penunjukan, serta penegakan hukum yang adil menjadi kunci untuk memastikan bahwa kompetisi sepak bola tetap bersih dan fair bagi semua pihak.

Related Post

Terbaru