Putin Janji Dukung Iran dalam Pertemuan Strategis dengan Menlu Araghchi di St. Petersburg

Author Image

Terbit

29 April 2026, 20:56 WIB

Putin Janji Dukung Iran dalam Pertemuan Strategis dengan Menlu Araghchi di St. Petersburg
Putin Janji Dukung Iran dalam Pertemuan Strategis dengan Menlu Araghchi di St. Petersburg

Timor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen dukungan kuat bagi Republik Islam Iran pada Senin, 27 April 2026, usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg. Pertemuan dua tokoh senior ini menandai momentum penting dalam hubungan strategis kedua negara, terutama di tengah konflik berkepanjangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Araghchi memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyoroti stabilitas dan kekuatan Iran meski sedang berperang selama dua bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa perang dengan AS‑Israel justru memperlihatkan ketangguhan sistem politik dan militer Tehran. “Dunia kini sadar betapa kuatnya Iran dalam menghadapi agresi barat,” ujar Araghchi dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan oleh AFP.

Putin, yang menyambut hangat delegasi Tehran, memuji keberanian rakyat Iran. “Kita melihat betapa berani dan heroiknya rakyat Iran berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka,” katanya, dikutip Reuters. Ia menambahkan bahwa Rusia akan melakukan apa pun demi kepentingan Iran dan kawasan agar perdamaian cepat tercapai.

Selama diskusi, kedua pemimpin menegaskan kembali perjanjian kemitraan strategis 20‑tahun yang ditandatangani tahun lalu. Kerjasama meliputi bidang energi, militer, dan teknologi nuklir. Rusia kini sedang membangun dua unit reaktor nuklir baru di pembangkit Bushehr, satu‑satunya fasilitas nuklir sipil Iran, sekaligus menerima pasokan drone Shahed dari Tehran untuk operasi di Ukraina.

Araghchi juga menyoroti peran Rusia sebagai mediator di Timur Tengah. Ia menuduh Amerika Serikat gagal menggelar perundingan damai kedua di Islamabad karena pendekatan yang berlebihan. “Pendekatan AS menyebabkan putaran negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuannya,” ujarnya, mengutip pernyataan AFP.

Putin menanggapi dengan tegas, “Putin dukung Iran” dalam upaya menjaga stabilitas regional. Ia menekankan bahwa Rusia dan Iran akan terus memperkuat kemitraan strategis, baik dalam bidang keamanan maupun diplomasi. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan konsultasi intensif mengenai isu‑isu regional, termasuk situasi di Suriah, Yaman, dan zona konflik di antara AS‑Israel.

Selain pertemuan dengan Putin, Araghchi juga menghabiskan waktu berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Dalam unggahan di akun X, Araghchi menulis, “Senang sekali bisa berinteraksi dengan rekan kami, Rusia. Ini bukti kedekatan dan kedalaman ikatan kedua negara.” Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan upaya Tehran untuk menggalang dukungan internasional setelah pertemuan damai di Islamabad tidak menghasilkan terobosan signifikan.

Di dalam negeri, masyarakat Iran merespon pujian Putin dengan campuran harapan dan keprihatinan. Seorang pedagang kecil di Teheran, Farshad, mengaku mengkhawatirkan masa depan usahanya di tengah ketidakpastian politik. Sementara seorang mahasiswi, Maryam, menyatakan, “Amerika sebenarnya tidak perlu khawatir dengan Iran. Kami tidak pernah berniat mengganggu siapa pun.” Pandangan ini mencerminkan dinamika internal Iran yang tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan eksternal.

Kunjungan Araghchi ke Rusia juga menjadi bagian dari rangkaian diplomasi Tehran di kawasan. Sebelumnya, delegasi Iran melakukan perjalanan ke Muscat, Oman, untuk mencari dukungan regional. Upaya ini menunjukkan strategi Tehran yang mengandalkan aliansi multilateral guna memperkuat posisi tawar di meja perundingan internasional.

Dengan dukungan yang dijanjikan oleh Putin, Iran berharap dapat menyeimbangkan tekanan militer dan diplomatik yang datang dari AS dan sekutunya. Sementara itu, Rusia melihat kesempatan untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, sekaligus menegaskan peranannya sebagai penyeimbang kekuatan Barat.

Secara keseluruhan, pertemuan antara Putin dan Araghchi menandai titik balik dalam hubungan bilateral Rusia‑Iran. Komitmen strategis yang disampaikan mencakup dukungan militer, kerja sama energi, serta peran mediasi dalam upaya mengurangi ketegangan di kawasan. Kedua negara kini berada pada posisi yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Related Post

Terbaru