Trump Tegaskan Tak Goyahkan Tekad Menangkan Perang Iran Usai Selamat dari Penembakan di Gedung Putih

Author Image

Terbit

27 April 2026, 11:57 WIB

Trump Tegaskan Tak Goyahkan Tekad Menangkan Perang Iran Usai Selamat dari Penembakan di Gedung Putih
Trump Tegaskan Tak Goyahkan Tekad Menangkan Perang Iran Usai Selamat dari Penembakan di Gedung Putih

Timor.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas setelah selamat dari insiden penembakan yang mengguncang acara tahunan White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam, 25 April 2026. Meski situasi mengerikan, Trump menegaskan bahwa tekadnya untuk memenangkan perang Iran tidak akan goyah.

Penembakan terjadi di luar ballroom Hotel Washington Hilton, tempat para jurnalis dan pejabat tinggi berkumpul. Saat suara tembakan terdengar, Trump, Ibu Negara Melania, serta Wakil Presiden JD Vance dan sejumlah menteri langsung dievakuasi oleh agen Secret Service. Pelaku, yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, seorang guru paruh waktu dan pengembang game video asal California, berhasil ditangkap tanpa melukai petugas keamanan.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Minggu, 26 April, Trump menjawab pertanyaan wartawan dengan nada mantap. “Ini tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah ada hubungannya dengan itu, tapi berdasarkan apa yang kita ketahui, saya rasa tidak,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan kembali kebijakan luar negeri administrasinya yang menekankan tekanan keras terhadap Tehran.

Trump menambahkan, “Anda tidak pernah tahu apakah insiden ini terkait dengan perang Iran atau tidak. Penyidikan sedang berlangsung, dan pelaku tampaknya bertindak sendiri,” sambil memuji respons cepat aparat keamanan. “Malam yang cukup menegangkan di Washington DC. Dinas Rahasia dan Penegak Hukum melakukan pekerjaan fantastis,” tulisnya di platform media sosial resmi.

Reaksi internasional pun mengalir cepat. Pemimpin Kanada Mark Carney menyatakan lega karena semua tamu selamat. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memuji tindakan cepat Secret Service. Dari Uni Eropa, Kepala Diplomasi Kaja Kallas menekankan bahwa “kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi.” Sementara itu, Presiden Venezuela Delcy Rodríguez serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan simpati dan doa untuk pemulihan.

  • Trump menegaskan kembali komitmen militer AS terhadap Iran.
  • Pelaku penembakan ditangkap, akan menghadapi dakwaan penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal.
  • Keamanan Gedung Putih dianggap berhasil menanggapi situasi dalam hitungan detik.

Menurut laporan resmi, Cole Tomas Allen berusia 31 tahun, lulusan California Institute of Technology dengan gelar sarjana teknik mesin dan master ilmu komputer. Sebelum terlibat dalam insiden, ia bekerja sebagai guru paruh waktu di C2 Education, sebuah lembaga persiapan ujian, dan pernah dinobatkan sebagai “guru terbaik bulan ini” pada Desember 2024.

Trump juga mengungkapkan detail evakuasi: “Saya dan Melania duduk berdampingan ketika suara keras terdengar. Saya pikir itu hanya suara nampan jatuh, namun ternyata tembakan. Dalam hitungan detik kami keluar dari ruangan,” katanya. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa di antara para tamu, meskipun kepanikan melanda.

Insiden ini menambah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah terlibat dalam konflik bersenjata selama hampir dua bulan. Meskipun Trump sebelumnya membatalkan kunjungan diplomatik ke Pakistan untuk membahas damai dengan Tehran, ia tetap berpegang pada strategi militer yang agresif.

Dengan semangat yang tidak tergoyahkan, Trump menutup konferensi pers dengan menegaskan kembali visi kebijakan luar negerinya: “Kami akan terus berjuang hingga Iran menyerah, dan tidak ada insiden yang akan menghalangi kami,” tegasnya. Pernyataan ini memperkuat sinyal kepada dunia bahwa pemerintahan Trump tidak akan mundur dalam menghadapi tantangan keamanan internasional.

Ke depan, penyelidikan terhadap motif penembakan masih berlangsung, sementara AS mempersiapkan langkah selanjutnya dalam konflik Iran. Masyarakat internasional menantikan perkembangan selanjutnya, dengan harapan situasi tidak semakin memburuk.

Secara keseluruhan, penembakan di White House Correspondents’ Dinner menambah tekanan pada administrasi Trump, namun tidak mengurangi tekadnya dalam “Trump perang Iran” yang terus menjadi fokus kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Related Post

Terbaru