Timor.id – Pada Kamis, 30 April 2026, kebakaran melanda Apartemen Mediterania yang terletak di Jalan Letjen S. Parman, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Api pertama kali terdeteksi di ruang panel listrik basement Tower C sekitar pukul 07.31 WIB. Menurut Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, Kapolres Jakarta Barat, penyebab kebakaran adalah korsleting pada panel listrik yang kemudian memicu kepulan asap tebal hingga menembus lantai atas gedung 35 lantai.
Petugas pemadam kebakaran Danton Damkar, dipimpin oleh Joko Susilo, segera tiba di lokasi lima menit setelah menerima laporan. Sebanyak 26 unit mobil dan lebih dari 130 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Pada pukul 12.00 WIB, api berhasil dipadamkan, namun asap masih menyebar melalui jalur kabel dan menembus unit-unit di lantai atas, menyebabkan beberapa penghuni mengalami sesak napas.
Evakuasi menjadi prioritas utama. Hingga saat laporan, sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi dari gedung, sementara sekitar 20 penghuni masih berada di unit lantai atas dan memilih tidak turun karena menilai kondisi ruangan masih aman. Karena lift tidak dapat beroperasi, evakuasi dilakukan melalui tangga darurat. Berikut adalah sebagian identitas penghuni yang telah dievakuasi:
Baca Juga:
- Theressia (59) – diberikan bantuan oksigen
- Jefri (68) – diberikan bantuan oksigen
- Dewi Anggraini (28)
- Jesica (23)
- Fairuz (25) – dibawa ke RS Royal Alwi Naldi
- Dwi Fadillah (26)
- Laras (30)
- Bonita (35)
- Herdiman (35)
- Hardi (35)
- Anton Michel (19)
- Vilari (29) – dievakuasi dari lantai 12
- Tam (95) – dievakuasi dari lantai 16
- Gesy (26)
- Deni (35)
- Grace (26)
- Pelari (29)
- Sania (15) – dibawa ke RS Royal Trauma
Beberapa penghuni melaporkan aksi heroik di tengah kepanikan. Aurel, seorang penghuni berusia 24 tahun di lantai 17 Tower C, menyadari adanya bau asap setelah lampu mati secara bersamaan dengan alarm. Ia segera turun ke lantai dasar, membawa laptop dan dokumen penting. Sementara itu, Antonius (47) yang berada di lantai 28 berhasil naik ke lantai 35 melalui jendela unit tetangga, kemudian menunggu bantuan untuk turun bersama warga lainnya. “Kami mencoba ke rooftop, tapi pintu terkunci,” ujar Antonius, menekankan pentingnya koordinasi sistem keamanan gedung.
Manajer Apartemen Mediterania, Anggi, menegaskan bahwa sistem proteksi kebakaran gedung berfungsi dengan baik. Ia menjelaskan bahwa sistem sprinkler otomatis aktif dan seluruh lift berhenti secara otomatis untuk mencegah penggunaan selama kebakaran. “Kami fokus pada kesehatan penghuni dan pastikan semua prosedur evakuasi berjalan lancar,” tuturnya.
Setelah evakuasi, penghuni yang terdampak diberikan akomodasi sementara di hotel terdekat secara gratis oleh pengelola apartemen. Salah satu penghuni menyatakan, “Kami sekarang sudah dievakuasi, tinggal di hotel,” menambah bahwa fasilitas ini diberikan tanpa biaya sebagai bentuk tanggung jawab sosial pengelola.
Polisi mengkonfirmasi tidak ada korban jiwa, namun 20 penghuni dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas akibat asap. Mereka mendapatkan perawatan di RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan. Kombes Pol Twedi menegaskan kembali bahwa tidak ada unit hunian yang terbakar secara langsung, meskipun foto-foto yang beredar di media sosial menimbulkan kepanikan.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemeliharaan panel listrik dan kesiapan sistem darurat pada gedung tinggi. Pihak berwenang diharapkan melakukan audit menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.




