Timor.id – Bek sayap Persija Jakarta, Shayne Pattynama, menatap laga pekan ke-32 Liga Super 2025/2026 melawan Persib Bandung dengan penuh keyakinan setelah kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persijap Jepara. Pada pertandingan sebelumnya, Persija berhasil menjaga clean sheet, mencetak gol lewat Rayhan Hannan pada menit 64 dan Gustavo Almeida pada tambahan waktu. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah 65 poin ke tabel klasemen, menempatkan Macan Kemayoran di posisi ketiga, tetapi juga menjadi suntikan mental bagi seluruh skuad.
Shayne menegaskan bahwa hasil positif di kandang lawan memberikan dorongan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan menjelang duel klasik yang dijuluki “El Clasico”. “Saya pikir ini bagus untuk kepercayaan diri. Tentu saja pertandingan berikutnya adalah pertandingan besar. Kami tahu betapa pentingnya bagi Jakmania dan bagi kami sendiri. Saya sangat percaya kami akan meraih tiga poin,” ujarnya dalam konferensi pers resmi Persija.
Namun, di balik optimisme tersebut, pemain berusia 27 tahun itu tidak menutup diri dari kritik konstruktif. Ia mengingat kembali performa tim setelah unggul pertama. “Setelah unggul 1-0, kami tidak memainkan permainan kami sendiri. Terlalu banyak duel, terlalu banyak pertarungan. Kami seharusnya dapat lebih menjaga kontrol dan tetap bermain dengan gaya kami,” kata Shayne, mengacu pada penurunan intensitas yang terjadi pada babak pertama melawan Persijap.
Baca Juga:
Menurutnya, kontrol ritme permainan menjadi kunci utama menjelang pertemuan dengan Persib. Persija harus mampu mengeksekusi taktik yang telah dipersiapkan, sekaligus menahan emosi yang biasanya memuncak pada laga dengan rival klasik. “Kami harus tampil lebih dewasa, mengontrol tempo, dan tidak terjebak dalam duel yang tak perlu,” tegasnya.
Tekanan tidak hanya datang dari lawan di lapangan, tetapi juga dari para pendukung. Jakmania, kelompok suporter Persija, selalu menuntut hasil maksimal pada setiap pertemuan dengan Persib. Shayne mengakui bahwa atmosfer panas di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 Mei 2026 akan menambah beban mental, namun ia yakin tim siap menghadapinya.
Pelatih Mauricio Souza pun memberikan komentar positif meski mengakui pertandingan melawan Persijap tidak mudah. Ia menilai bahwa perjuangan tim dalam mengatasi fase kebuntuan pada babak pertama menunjukkan karakter kuat yang dapat diandalkan pada laga besar selanjutnya.
Statistik sementara menunjukkan Persija berada tujuh poin di belakang pemuncak klasemen, Persib. Dengan tiga poin yang diperebutkan, kedua tim akan menguji konsistensi performa mereka. Jika Persija berhasil mempertahankan pola permainan yang terorganisir, mengurangi duel berlebihan, dan memaksimalkan peluang serangan, peluang untuk mengamankan tiga poin menjadi realistis.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus Shayne dan rekan-rekannya menjelang pertandingan:
- Menjaga kontrol bola dan ritme permainan setelah mencetak gol pertama.
- Meminimalisir duel fisik yang tidak produktif.
- Memanfaatkan kecepatan sayap untuk membuka ruang serangan.
- Menjaga konsistensi pertahanan agar clean sheet tetap terjaga.
- Menjaga mentalitas positif dan mengelola tekanan suporter.
Jika semua aspek tersebut dapat diimplementasikan, Persija berpeluang tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam perburuan gelar. Shayne Pattynama menutup dengan keyakinan bahwa timnya siap menorehkan hasil positif di depan publik sendiri, mengingat rivalitas ini lebih dari sekadar tiga poin, melainkan sebuah warisan emosional antara dua klub terbesar Indonesia.




