Prajogo Pangestu Pimpin Deretan Orang Terkaya Indonesia 2026: 10 Konglomerat Terkaya di Era Volatilitas Pasar

Author Image

Terbit

7 Mei 2026, 13:55 WIB

Prajogo Pangestu Pimpin Deretan Orang Terkaya Indonesia 2026: 10 Konglomerat Terkaya di Era Volatilitas Pasar
Prajogo Pangestu Pimpin Deretan Orang Terkaya Indonesia 2026: 10 Konglomerat Terkaya di Era Volatilitas Pasar

Timor.id – Daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes Mei 2026 menegaskan kembali dominasi konglomerat tradisional dalam lanskap ekonomi nasional, meski pasar global menunjukkan volatilitas yang signifikan. Dengan nilai total aset mencapai ratusan triliun rupiah, para miliarder ini terus menjadi barometer kesehatan sektor-sektor utama seperti perbankan, energi, pertambangan, serta logistik.

Di puncak peringkat, Prajogo Pangestu, pendiri Barito Group, kembali memegang gelar orang terkaya Indonesia. Kekayaannya diperkirakan mencapai USD 23,4 miliar atau setara Rp404,82 triliun dengan asumsi kurs Rp17.300 per dolar. Meskipun saham perusahaan mengalami koreksi sepanjang tahun, diversifikasi bisnis di bidang pulp‑kertas, agribisnis, dan infrastruktur menegakkan posisi Pangestu di puncak.

Menempati posisi kedua, Low Tuck Kwong, taipan batu bara asal China‑Indonesia, mencatat kekayaan sekitar USD 16 miliar. Lonjakan harga batu bara selama beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama, meskipun pasar komoditas kini mulai stabil kembali.

Keluarga Hartono, melalui R. Budi Hartono, menempati peringkat ketiga dengan nilai aset USD 15,9 miliar. Bisnis perbankan dan rokok tetap menjadi pilar utama kekayaan mereka, menegaskan bahwa sektor keuangan masih menjadi ladang emas bagi para elit ekonomi.

Berikut rangkuman lengkap 10 orang terkaya Indonesia pada Mei 2026:

Ranking Nama Kekayaan (USD miliar) Sektor Utama
1 Prajogo Pangestu 23,4 Pulp‑kertas, Agribisnis, Infrastruktur
2 Low Tuck Kwong 16,0 Batu bara
3 R. Budi Hartono 15,9 Perbankan, Rokok
4 Anthony Salim 13,8 Petrokimia, Energi
5 Erwin Tanoto 12,5 Logistik, Properti
6 Djoko Susanto 11,2 Manufaktur, FMCG
7 Jusuf Kalla 10,7 Investasi, Infrastruktur
8 Sukanto Tanoto 9,9 Kertas, Pertambangan
9 Alexander Suryadi 9,3 Teknologi, Digital
10 Yulianto R. S 8,7 Energi terbarukan

Perubahan peringkat tahun ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: fluktuasi harga komoditas global dan pergerakan nilai tukar rupiah. Harga batu bara yang sebelumnya berada pada level tinggi mengalami koreksi, mengurangi margin keuntungan para produsen. Sementara itu, depresiasi rupiah terhadap dolar meningkatkan nilai aset berdenominasi asing ketika dihitung dalam rupiah.

Meskipun sektor digital mulai menunjukkan pertumbuhan yang pesat, belum ada nama baru dari industri tersebut yang berhasil menembus 10 besar. Hal ini menandakan bahwa transformasi ekonomi Indonesia masih berada pada fase awal, di mana kekayaan tradisional tetap menguasai puncak.

Secara keseluruhan, daftar ini mencerminkan struktur kekayaan yang masih berpusat pada sumber daya alam, energi, dan perbankan. Namun, masuknya beberapa tokoh dari sektor logistik, manufaktur, dan bahkan teknologi menandakan adanya pergeseran perlahan ke arah diversifikasi ekonomi yang lebih luas.

Pengamatan terhadap tren ini penting bagi investor dan pembuat kebijakan, karena dinamika kekayaan elite dapat menjadi indikator kesehatan sektor‑sektor kunci serta potensi pertumbuhan masa depan Indonesia.

Related Post

Terbaru