APBD Jonggol: Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Rp7,7 Miliar, Langkah Besar untuk Revitalisasi Pendidikan

Author Image

Terbit

26 April 2026, 09:04 WIB

APBD Jonggol: Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Rp7,7 Miliar, Langkah Besar untuk Revitalisasi Pendidikan
APBD Jonggol: Dedi Mulyadi Bangun Sekolah Rp7,7 Miliar, Langkah Besar untuk Revitalisasi Pendidikan

Timor.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengalokasikan dana APBD Jonggol sebesar Rp7,7 miliar untuk pembangunan sekolah baru di wilayah tersebut. Proyek ini menjadi bagian integral dari upaya revitalisasi sekolah yang kini mendapat sorotan nasional setelah pemerintah pusat mengusulkan tambahan anggaran Rp76 triliun untuk program serupa.

Bangunan sekolah yang direncanakan mencakup fasilitas kelas modern, laboratorium sains, ruang komputer dengan Interactive Flat Panel (IFP), serta area olahraga yang layak. Menurut data internal Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, sekolah ini akan melayani sekitar 1.200 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan harapan dapat menurunkan angka putus sekolah di daerah pinggiran kota Jonggol.

Penggunaan dana APBD Jonggol ini tidak terlepas dari konteks kebijakan pendidikan yang lebih luas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Banyumas menyampaikan bahwa anggaran APBN 2026 mencakup Rp14 triliun untuk revitalisasi lebih dari 11.000 sekolah. Pemerintah pusat juga menargetkan penambahan IFP hingga tiga unit per sekolah pada tahun 2026, langkah yang sejalan dengan rencana Dedi Mulyadi untuk melengkapi sekolah baru di Jonggol dengan teknologi pembelajaran interaktif.

Selain fokus pada infrastruktur, Dedi Mulyadi juga menonjolkan nilai sosial dalam kepemimpinannya. Sebuah contoh nyata terungkap ketika beliau memberikan bantuan tunai sebesar Rp25 juta kepada Bu Atun, seorang guru PKN di SMAN 1 Purwakarta yang mendapat sorotan karena keberaniannya memaafkan murid‑murid yang pernah bersikap kasar. Bantuan tersebut, meski bersifat pribadi, mencerminkan pola kepedulian Dedi yang lebih luas, termasuk dalam proyek pembangunan sekolah di Jonggol.

Berikut rangkuman alokasi dana yang terkait dengan proyek sekolah Jonggol dan program revitalisasi nasional:

  • APBD Jonggol: Rp7,7 miliar untuk konstruksi gedung, fasilitas laboratorium, dan peralatan digital.
  • APBN 2026: Rp14 triliun untuk revitalisasi 11.744 sekolah di seluruh Indonesia.
  • Usulan tambahan: Rp76 triliun untuk memperluas revitalisasi ke 60.000 satuan pendidikan, termasuk daerah 3T.

Strategi pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pemerintah untuk menurunkan kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah tertinggal. Sekolah baru di Jonggol akan menjadi contoh konkret bagaimana dana APBD dapat selaras dengan program nasional, memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

Penggunaan IFP dan perangkat digital lainnya juga diharapkan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pelatihan guru agar dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal, mengingat pengalaman sebelumnya ketika IFP sempat disalahgunakan untuk kegiatan non‑pembelajaran.

Secara keseluruhan, proyek ini menegaskan bahwa investasi dalam infrastruktur pendidikan tidak hanya sekadar membangun gedung, melainkan juga menumbuhkan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berbasis teknologi. Dengan dukungan anggaran yang kuat, baik dari APBD Jonggol maupun alokasi nasional, harapan besar muncul bahwa generasi muda di wilayah ini akan memperoleh akses pendidikan yang lebih baik dan kompetitif.

Kesimpulannya, pembangunan sekolah senilai Rp7,7 miliar di Jonggol melalui APBD Jonggol menjadi bukti konkret komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat sistem pendidikan. Bersamaan dengan langkah-langkah nasional yang menambah anggaran hingga Rp76 triliun, inisiatif ini diharapkan menjadi katalisator perubahan positif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Jawa Barat.

Related Post

Terbaru