Timor.id – Pertandingan derby klasik antara Palmeiras dan Santos pada Sabtu (2 Mei 2026) berlangsung di Allianz Parque dalam rangka putaran ke-14 Brasileirão. Kedua tim bersaing untuk mengamankan tiga poin penting; Palmeiras berada di puncak klasemen dengan 32 poin, sementara Santos berjuang keluar zona degradasi dengan 14 poin.
Beberapa jam sebelum kick-off, kedua klub mengumumkan susunan pemain. Palmeiras menurunkan formasi dengan Giay menggantikan Khellven, Sosa menggantikan Maurício, dan Allan menggantikan Lucas Evangelista. Di sisi lain, Santos menurunkan skuad tanpa Neymar yang dipastikan istirahat karena kelelahan, serta tanpa Gabriel Menino, Gustavo Henrique, Lautaro Díaz, dan Thaciano. Pelatih Santos, Cuca, melakukan tiga perubahan: Mayke masuk menggantikan Igor Vinícius, Willian Arão menggantikan Christian Olivera, dan Neymar digantikan Barreal.
Babak pertama dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua belah pihak. Pada menit ke-25, Santos berhasil membuka keunggulan berkat gol dari Rollheiser setelah sebuah serangan terorganisir yang memanfaatkan ruang di lini pertahanan Palmeiras. Gabigol, yang berada dalam posisi mengancam, hampir menambah angka namun tersingkir oleh kiper Gabriel Brazão yang melakukan penyelamatan krusial menjelang jeda.
Baca Juga:
Memasuki babak kedua, Palmeiras meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-64, Andreas Pereira memberikan assist kesembilan dalam musim ini kepada Flaco, yang mengeksekusi gol penyama kedudukan. Gol tersebut terjadi setelah Barreal kehilangan bola di daerah pertahanan, memberikan peluang bagi Palmeiras untuk memanfaatkan kekosongan.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Hasil ini menambah poin Palmeiras menjadi 33, memperlebar jarak dengan rival terdekat, Flamengo, yang kini memiliki selisih tujuh poin. Sementara itu, Santos tetap berada di posisi ke-15 dengan total 15 poin, masih berada di ambang zona degradasi dan belum meraih kemenangan tandang musim ini.
Absennya Neymar menjadi sorotan utama. Pemain bintang Brazil menolak bermain di Allianz Parque karena keberatan dengan permukaan rumput sintetis yang dipasang di stadion. Neymar, yang tengah berjuang memperbaiki citra kebugarannya menjelang pemilihan skuad Piala Dunia 2026, menyatakan bahwa permukaan sintetis dianggap “absurd” dan berpotensi membahayakan performa atlet profesional. Keputusan ini menambah tekanan pada seleksi pelatih Carlo Ancelotti, yang masih menilai kesiapan Neymar untuk masuk dalam 26 pemain final yang akan diumumkan pada 18 Mei.
Di sisi kepelatihan, Palmeiras harus mengatasi suspensi Abel Ferreira yang tidak dapat memimpin tim pada laga ini. João Martins kembali mengambil alih tugas sebagai pelatih sementara, mempertahankan taktik defensif yang terbukti cukup efektif dalam menjaga poin. Sementara itu, Cuca harus mengatur strategi tanpa beberapa pemain kunci, mengandalkan rotasi untuk menjaga kebugaran skuad menjelang agenda penting berikutnya.
Ke depan, Palmeiras akan menantang Remo pada Minggu (10 Mei) di luar kandang, berharap memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang. Santos, di sisi lain, akan menjamu Red Bull Bragantino di rumah, sebuah pertandingan yang krusial untuk menghindari zona relegasi.
Derby Palmeiras vs Santos ini tidak hanya memberikan hiburan dengan aksi-aksi menarik, tetapi juga menyoroti isu-isu penting seperti kebijakan penggunaan rumput sintetis dan dampaknya terhadap pemain bintang. Hasil imbang ini menegaskan bahwa persaingan di Brasileirão masih sangat terbuka, dengan setiap poin menjadi penentu bagi ambisi juara maupun perjuangan melawan degradasi.




