Drama Malut United vs Persis: Kemenangan 5-2 yang Mengguncang BRI Super League

Author Image

Terbit

4 Mei 2026, 03:54 WIB

Drama Malut United vs Persis: Kemenangan 5-2 yang Mengguncang BRI Super League
Drama Malut United vs Persis: Kemenangan 5-2 yang Mengguncang BRI Super League

Timor.id – Pertandingan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Sabtu 2 Mei 2026 menyuguhkan aksi yang tak terlupakan dalam laga antara Malut United dan Persis Solo. Malut United menorehkan kemenangan dramatis 5-2 melawan Persis, mengubah situasi klasemen dan menambah tekanan pada tim Laskar Sambernyawa yang kini berada di zona degradasi.

Persis Solo memulai pertandingan dengan percaya diri. Pada menit ke-15, Bruno Gomes berhasil mencetak gol pembuka yang memberi harapan bagi tim asuhan Milomir Seslija. Namun, momentum itu cepat sirna ketika David da Silva dari Malut United melesatkan hattrick dalam satu babak pertama, mencetak gol pada menit ke-19, 39, dan 45+2. Gol-gol tersebut menandai perubahan taktis yang tajam dari Laskar Kie Raha.

Berikut rangkaian gol yang menentukan hasil akhir:

  • 15′: Bruno Gomes (Persis)
  • 19′: David da Silva (Malut United)
  • 39′: David da Silva (Malut United)
  • 45+2′: David da Silva (Malut United)
  • 50′: Nilson Junior (Malut United)
  • 69′: Yakob Sayuri (Malut United)
  • 78′: Arkhan Kaka (Persis)

Setelah keunggulan Persis pada menit pertama, Malut United menunjukkan mentalitas baja. Pelatih Hendri Susilo mengungkapkan bahwa keberhasilan lewat bola mati bukan kebetulan, melainkan hasil latihan disiplin yang rutin diterapkan. Tiga dari lima gol Malut United berasal dari skema sepak pojok yang terorganisir, menegaskan keunggulan taktik dalam fase defensif.

Di sisi lain, Milomir Seslija tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya. Ia menyoroti kesalahan dalam mengantisipasi bola mati, terutama pada empat gol yang dicetak melalui set-piece. Kiper Muhammad Riyandi menambahkan bahwa kurangnya koordinasi dan komunikasi di lini belakang menjadi faktor utama kegagalan. Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa perbaikan pada fase bola mati harus menjadi prioritas utama dalam latihan mendatang.

Selain masalah taktis, pertandingan ini juga menyoroti faktor psikologis. Setelah unggul jumlah pemain pada menit ke-31 akibat kartu merah yang diberikan kepada Gustavo Franca, Persis malah mengalami penurunan mentalitas. Seslija mengakui bahwa tim gagal mempertahankan kontrol tempo dan justru memberi ruang bagi Malut United untuk menguasai lini tengah.

Kemenangan 5-2 ini menempatkan Malut United pada posisi aman di papan tengah, sementara Persis Solo kini berada di ambang degradasi dengan tiga laga tersisa. Tekanan semakin besar bagi Milomir Seslija untuk memperbaiki lini pertahanan dan mengoptimalkan strategi bola mati agar tidak terulang pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Secara keseluruhan, laga Malut United vs Persis menjadi contoh bagaimana disiplin dalam fase bola mati dan kesiapan mental dapat mengubah arah sebuah pertandingan. Kedepannya, Persis Solo harus melakukan evaluasi mendalam, sementara Malut United dapat menatap poin tiga berikutnya dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Related Post

Terbaru