Drama Penyelamatan Persiraja di Derby Andalas: Gol Menit Akhir dan Kontroversi VAR

Author Image

Terbit

3 Mei 2026, 04:56 WIB

Drama Penyelamatan Persiraja di Derby Andalas: Gol Menit Akhir dan Kontroversi VAR
Drama Penyelamatan Persiraja di Derby Andalas: Gol Menit Akhir dan Kontroversi VAR

Timor.idDerby Andalas antara Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan berakhir dengan skor imbang 1-1 pada laga penentuan grup Liga 2. Gol penentu yang datang di menit tambahan berhasil diborong oleh Asgal Habib, mengembalikan rasa percaya diri tim tuan rumah setelah serangkaian insiden kontroversial menambah ketegangan pertandingan.

Sejak peluit awal, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Persiraja, yang menempati posisi tengah klasemen, berupaya memanfaatkan dukungan suporter lokal untuk menekan pertahanan PSMS. Sementara itu, PSMS Medan yang berada di atas Persiraja pada peringkat musiman, tetap mengandalkan strategi serangan balik cepat.

Berburu gol pertama, Persiraja menciptakan peluang pada menit ke-23 melalui serangan sayap kiri yang diakhiri umpan silang ke dalam kotak penalti. Namun, kiper PSMS, Omid‑Connor, berhasil menepis bola dengan aman. Keputusan tersebut menuai protes keras dari pelatih Persiraja yang mengklaim adanya pelanggaran offside, namun VAR tidak mengintervensi.

Pada menit ke-38, PSMS berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh pemain tengah mereka. Gol ini memicu reaksi emosional dari suporter Persiraja, yang kemudian menuntut peninjauan ulang keputusan VAR. Keputusan VAR kembali menolak permohonan review, menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran yang signifikan.

Insiden selanjutnya muncul pada menit ke-57 ketika wasit menandai penalti untuk PSMS setelah terjadi kontak keras di dalam kotak penalti. Keputusan ini menimbulkan kebingungan karena rekaman video memperlihatkan bahwa kontak terjadi setelah pemain Persiraja melepaskan bola. Persiraja mengajukan protes, namun wasit tetap mempertahankan keputusan tersebut. Tendangan penalti berhasil dieksekusi dan menambah keunggulan PSMS menjadi 2-1.

Situasi berubah drastis pada menit tambahan waktu reguler (90+2). Persiraja melancarkan serangan balik cepat yang berujung pada peluang emas bagi Asgal Habib. Dengan tekanan tinggi, Asgal menembakkan bola dari dalam kotak penalti ke sudut atas gawang, memaksa kiper Omid‑Connor terpaksa menepisnya dengan kedua tangan. Namun, bola masih memantul kembali ke dalam area, dan Asgal berhasil mengumpulkan bola kembali, menaklukkan gawang pada detik-detik terakhir pertandingan. Gol tersebut mengembalikan poin Persiraja menjadi 1-1.

Usai gol penyeimbang, ketegangan kembali memuncak ketika pemain PSMS berusaha memancing reaksi fisik. Sebuah insiden hampir berujung pada adu jotos ketika kedua belah pihak terlibat dalam perkelahian singkat di pinggir lapangan. Wasit segera menghentikan aksi dan menegur kedua tim, tetapi tidak ada kartu merah yang diberikan.

Berikut ini rangkuman statistik penting pertandingan:

  • Skor akhir: Persiraja 1-1 PSMS Medan
  • Gol: Asgal Habib (Persiraja, menit 90+2)
  • Pinalti: 1 untuk PSMS (berhasil), 0 untuk Persiraja
  • VAR: 2 keputusan (penolakan review offside, penolakan review penalti)
  • Kartu kuning: 3 (2 Persiraja, 1 PSMS)

Pelatih Persiraja, yang tetap anonim dalam laporan ini, menyatakan keterkejutannya terhadap keputusan wasit yang dianggap “tidak konsisten”. Ia menambahkan bahwa timnya akan belajar dari pengalaman ini dan fokus pada perbaikan taktik untuk pertandingan selanjutnya.

Keberhasilan Asgal Habib mencetak gol di menit akhir menjadi sorotan utama, sekaligus menegaskan pentingnya ketangguhan mental pemain dalam situasi kritis. Sementara itu, kontroversi seputar VAR dan keputusan penalti tetap menjadi bahan diskusi di kalangan analis sepak bola, terutama menjelang putaran berikutnya Liga 2.

Dengan hasil imbang ini, Persiraja tetap berada di tengah klasemen grup, namun memiliki peluang untuk bangkit kembali jika mampu mempertahankan performa menyerang yang telah terbukti mampu mengubah hasil secara dramatis. Kedepannya, harapan suporter tetap tinggi, mengingat kemampuan tim untuk bangkit di saat-saat genting.

Related Post

Terbaru