Timor.id – Umi Ichun, istri Abu Bakar Ba’asyir, menghembuskan napas terakhir pada Senin, 4 Mei 2026, tepatnya pukul 09.20 WIB di rumah keluarganya, Sukoharjo, Jawa Tengah. Usianya mencapai 82 tahun dan penyebab kematian adalah komplikasi kronis yang melibatkan diabetes, penyakit jantung, serta gangguan pernapasan.
Menurut keterangan keluarga, Umi Ichun telah menjalani perawatan rawat jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo selama beberapa bulan terakhir. Penyakit gula darahnya yang telah diderita selama tiga dekade menular ke organ vital lain, mengakibatkan penurunan fungsi jantung dan paru-paru. Beberapa minggu sebelum wafat, ia dijadwalkan untuk pemeriksaan lanjutan, namun kondisi memburuk secara tiba‑tiba sehingga tim medis mengonfirmasi kematian di rumah.
Peran Umi Ichun dalam Lingkungan Ponpes Al Mukmin Ngruki
Di balik statusnya sebagai istri pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Umi Ichun dikenal sebagai sosok pendidik yang berperan penting dalam membentuk generasi santri. Selama masa mudanya, ia membantu mengorganisir kegiatan belajar mengajar, mengawasi asrama, serta menjadi panutan dalam praktik keagamaan harian. Anak‑anak santri mengingatnya sebagai pribadi yang tegas namun penuh kasih, terutama pada masa ketika Abu Bakar Ba’asyir berada di penjara. Pada saat itu, Umi Ichun memikul tanggung jawab utama dalam mengelola pesantren, memastikan keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan santri.
Baca Juga:
Putra sulungnya, Abdul Rochim Ba’asyir (Ustaz Lim), menuturkan bahwa ibunya selalu menekankan pentingnya disiplin, dzikir, dan amalan baik. “Umi selalu mengajarkan kami untuk tidak mengeluh, melainkan meningkatkan ibadah dan berbuat amal,” ujarnya dalam wawancara singkat di rumah duka.
Proses Pemakaman yang Khidmat
Setelah jenazah disalurkan di Masjid Baitussalam kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki, prosesi pemakaman dilaksanakan di Pemakaman Islam Polokarto, Sukoharjo, pada sore hari yang sama. Upacara dimulai pukul 15.15 WIB dengan bacaan Al‑Qur’an, tahlil, serta doa bersama yang dipimpin oleh para ustadz setempat. Ribuan santri, tokoh agama, serta warga setempat hadir memberikan penghormatan terakhir.
- Lokasi salat jenazah: Masjid Baitussalam, Ponpes Al Mukmin Ngruki.
- Lokasi pemakaman: Pemakaman Islam Polokarto, Sukoharjo.
- Waktu pemakaman: 15.15 WIB, Senin, 4 Mei 2026.
Kehadiran tokoh-tokoh agama seperti Ustaz Zakir Naik dan pejabat daerah menegaskan besarnya penghormatan kepada Umi Ichun, yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok yang senantiasa berbakti pada keluarga dan komunitas.
Kondisi Kesehatan dan Riwayat Penyakit
Riwayat medis Umi Ichun menunjukkan diabetes melitus tipe 2 sejak lebih dari 30 tahun lalu, yang kemudian berkembang menjadi komplikasi pada ginjal, jantung, dan paru‑paru. Pada enam bulan terakhir, kondisi kesehatannya semakin menurun, hingga diperlukan amputasi pada kaki kiri sebagai upaya mengendalikan infeksi luka diabetes. Meski telah menjalani perawatan intensif, komplikasi multi‑organik menjadi faktor utama kematiannya.
Para dokter di RS PKU Muhammadiyah Solo menjelaskan bahwa kombinasi faktor usia lanjut, diabetes yang tidak terkontrol, serta gagal jantung kronis meningkatkan risiko mortalitas pada pasien berusia 80‑an tahun. Mereka menekankan pentingnya deteksi dini serta manajemen gula darah yang konsisten untuk mencegah komplikasi serupa.
Secara keseluruhan, meninggalnya Umi Ichun tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga Ba’asyir, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan bagi generasi senior, terutama yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Dengan selesainya prosesi pemakaman, keluarga Ba’asyir berencana melanjutkan kegiatan sosial dan keagamaan di Ponpes Al Mukmin Ngruki sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah, yang selama ini menjadi tulang punggung moral dan spiritual pesantren.




