Timor.id – Met Gala 2026 yang diselenggarakan pada 4 Mei di Metropolitan Museum of Art, New York, kembali menjadi sorotan global dengan tema “Fashion is Art”. Acara tahunan ini tidak hanya menampilkan busana eksklusif, tetapi juga kisah kembali ke panggung, keputusan berani, serta persaingan selebriti yang menambah warna pada malam yang penuh kilau.
Beyoncé, raja pop yang absen selama sepuluh tahun terakhir, melakukan penampilan perdana yang dinanti‑nanti. Ia muncul bersama putrinya, Blue Ivy, dalam sebuah foto yang dibagikan lewat media sosial, menampilkan kombinasi glamor yang memadukan elemen musik dan fashion. Penampilan mereka mencuri perhatian karena tidak hanya menandai kembalinya sang diva, tetapi juga menegaskan peran keluarga dalam identitas publiknya.
Di antara deretan bintang, Lisa dari grup K‑pop BLACKPINK menjadi salah satu sorotan paling nyentrik. Tahun ini, ia menjabat sebagai anggota panitia Met Gala, sekaligus menampilkan gaun tembus pandang hasil kolaborasi dengan desainer Robert Wun. Gaun tersebut dirancang untuk menonjolkan bentuk tubuh secara artistik, dilengkapi dengan lengan menyerupai tangan Lisa dan kerudung dramatis yang menambah kesan misterius. Penampilannya menegaskan pergeseran peran artis K‑pop ke dalam dunia fashion internasional.
Baca Juga:
Naomi Osaka, petenis berkelas dunia, juga memperlihatkan busana Robert Wun Couture yang teatrikal pada tangga museum. Penampilannya menambah nuansa seni kontemporer, mempertegas hubungan antara sport, fashion, dan seni visual yang menjadi inti tema Met Gala 2026.
Zendaya, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi tamu tetap Met Gala, memilih untuk absen tahun ini. Penata gaya pribadinya, Law Roach, mengungkapkan bahwa kehadiran Zendaya kali ini difokuskan pada penampilan solo yang dirancang oleh desainer Alexandre Mattiussi. Meskipun demikian, Law Roach tetap berkontribusi pada acara dengan menyiapkan setelan tiga potong berwarna putih serta mengkolaborasikan karya seni dari seniman Gabon, Naïla Opiangah. Alasan resmi ketidakhadiran Zendaya belum diumumkan, namun ia terlihat mendukung Tom Holland dalam sebuah acara padel di California sebelum kembali ke New York untuk syuting kampanye.
Di sisi lain, dunia hiburan Hollywood tetap memberikan warna tersendiri. Aktor Ben Stiller memutuskan untuk melewatkan pertandingan Knicks melawan 76ers demi menghadiri Met Gala, menandakan prioritasnya pada fashion dibandingkan olahraga. Sementara itu, Timothée Chalamet memilih tetap menonton pertandingan, menunjukkan perbedaan prioritas di antara selebriti.
Berbagai penampilan lain juga menambah dinamika acara. Sam Smith, yang dikenal dengan suara lembutnya, tampil dalam kostum yang menyerupai bulan, menambah nuansa fantasi pada panggung. Penampilan-penampilan ini menegaskan bahwa Met Gala tidak hanya sekadar acara mode, melainkan panggung eksperimen kreatif di mana batas antara pakaian, seni, dan identitas menjadi semakin kabur.
Acara ini juga memperlihatkan bagaimana lokasi ikonik Metropolitan Museum of Art berperan sebagai latar belakang yang memperkuat pesan seni. Pengaturan interior museum, pencahayaan dramatis, serta instalasi seni sementara memberikan konteks visual yang memperkaya pengalaman tamu.
Secara keseluruhan, Met Gala 2026 berhasil menyajikan kombinasi antara kembalinya bintang legendaris, eksplorasi desain avant‑garde, serta keputusan strategis para selebriti. Peristiwa ini tidak hanya menciptakan headline fashion, tetapi juga menggarisbawahi bagaimana budaya pop, seni, dan olahraga saling berinteraksi dalam panggung global.
Dengan lebih dari seratus tamu yang hadir, Met Gala 2026 menegaskan posisinya sebagai barometer tren mode dunia, sekaligus menjadi ajang di mana cerita pribadi dan profesional berbaur menjadi satu.




