Timor.id – Syifa Hadju dan El Rumi resmi melangsungkan pernikahan pada 26 April 2026 di Jakarta, diikuti oleh keluarga dekat dan sejumlah artis. Tak lama setelah acara akad, pasangan ini menggelar resepsi intim di Bali, menampilkan suasana romantis yang dibagikan lewat foto-foto resmi.
Perubahan kecil pada profil Instagram Syifa Hadju menjadi pemicu kontroversi. Ia menambahkan nama suaminya, menjadi “Syifa Hadju Rumi”. Langkah tersebut dipandang wajar oleh sebagian, namun sejumlah netizen menuduhnya meniru gaya selebriti lain dan melontarkan hujatan pribadi.
Syifa Hadju menanggapi kritik lewat fitur konten eksklusif, menyatakan bahwa “The hate train is sooo forced”. Ia menegaskan penggunaan nama belakang pasangan setelah pernikahan merupakan tradisi di banyak budaya, dan menolak tudingan peniruan. “Orang‑orang biasa menggunakan nama belakang pasangan mereka setelah menikah,” tulisnya.
Baca Juga:
Reaksi tidak hanya datang dari netizen. Aktor muda Aldi Taher, yang dikenal akrab dengan Syifa Hadju, mengungkapkan rasa cemburu secara tidak langsung melalui unggahan di media sosial. Ia menulis, “Kita semua tahu betapa istimewanya momen ini, semoga kebahagiaan mereka terus berlanjut.” Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama, nada pesannya menandakan iri terhadap sorotan media yang kini lebih terpusat pada pasangan baru tersebut.
Sementara itu, akun @salsabilih, yang biasanya menyoroti tren fashion dan lifestyle, turut terlibat. Penggunaannya yang “dicolek” oleh netizen menambah panjang gelombang perdebatan. Beberapa komentar menyebutkan bahwa penambahan “Rumi” di nama belakang tampak “dipaksakan” dan “meniru”, sementara yang lain membela kebebasan Syifa Hadju dalam mengekspresikan identitas pernikahannya.
Resepsi Bali menampilkan dekorasi tropis, lampu gantung kristal, serta hiburan musik tradisional yang dipadukan dengan DJ modern. Para tamu menikmati hidangan laut segar dan kue pengantin bergaya western‑asian. Momen paling mengharukan tercipta ketika pasangan melontarkan janji setia di tepi pantai, dengan latar matahari terbenam yang memukau.
- Lokasi resepsi: Villa eksklusif di Ubud, Bali.
- Tema: “Love in Paradise” dengan nuansa warna emas dan putih.
- Hiburan: Penampilan band akustik lokal dan DJ internasional.
- Kuliner: Hidangan laut, sate lilit, serta kue tart tiga lapis.
Berita ini juga menimbulkan diskusi tentang kebebasan berpendapat di media sosial. Pakar komunikasi berpendapat bahwa serangan pribadi terhadap tokoh publik dapat menurunkan kualitas wacana publik dan mengalihkan fokus dari isu yang lebih substantif.
Di tengah sorotan, Syifa Hadju tetap konsisten menegaskan bahwa kebahagiaan pribadi tidak harus menjadi bahan bakar gosip. Ia menutup dengan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan semangat positif.
Kesimpulannya, tindakan menambahkan “Rumi” pada nama belakang Syifa Hadju memicu beragam reaksi, mulai dari kecemburuan Aldi Taher, kritik tajam dari netizen, hingga dukungan dari penggemar. Resepsi di Bali menegaskan komitmen pasangan tersebut, sementara perdebatan publik mengingatkan pada pentingnya etika berkomentar di era digital.




